Antara Luka Dan Dendam

"Tidak". Itu kata terakhir yang terucap dari seorang pria yang disakiti oleh wanita yang ia cintai, sambil menahan pintu pagar ia hanya berucap satu kata. 

Sementara si wanita hanya menangis memohon agar si pria bisa memaafkannya dan kembali lagi kepanya.
 
Berbagai upaya dan cerita renyah yang keluar dari mulutnya seperti derasnya hujan, akan tetapi sang pria rela tertimbun longsor atas apa yang ia terima selama menjalin hubungan.

"Saya sudah dengar dan terima atas apa yang kamu lakukan selama ini, tiga bulan terakhir ini bukannya penyesalan, tapi cibiran yang kamu sebar seperti elit media yang terancang indah, apa belum puas". Lanjut si pria dengan emosi tinggi namun masih stabil dalam mengontrol jiwa.

Semua terucap begitu panjang dari mulut si pria itu, semua keluar dengan spontanitas seperti banjir dikala kemarau.
Si pria itu teringat semua apa yang selama ini yang ia ingin hapus, namun kejadian itu ia tetap bertekad. Tidak, sekarang tidak besok dan lusa pun tidak akan pernah kembali lagi. (dd) Bersambung**
Share on Google Plus

About Dodi Irianto

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar